Syari’at Membimbing Anda dalam Menggunakan Jawwal/Handphone (IV)

October 17th, 2009

Bimbingan Kesebelas

Jangan Sampai Mengganggu Sesama Muslim

Sesungguhnya di antara perkara yang wajib untuk berhati-hati darinya dalam menggunakan sarana ini adalah perbuatan mengganggu seorang muslim baik dengan lisan maupun sms. Sungguh sebagian orang telah menggunakan sarana ini untuk tujuan yang buruk seperti itu. Di antara mereka ada yang menelepon pada saat-saat akhir malam, seperti pada pukul 01.00 atau 02.00 dini hari untuk membikin cemas (mengganggu) penghuni rumah. Di antara mereka ada yang menggunakan cara lain, dengan mengirim sms yang berisi rayuan, wal ‘iyadzubillah, yaitu dengan mengirim sms kepada sebagian wanita yang berisi kalimat-kalimat jorok, tidak senonoh, dan disertai gambar-gambar yang menjijikkan, ataupun juga gambar hati yang tertancap padanya anak panah, dan berbagai cara lainnya. Wallahul musta’an.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (Al-Ahzab: 58)

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma , dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يا معشر من أسلم بلسانه، ولم يدخل الإيمان في قلبه لا تؤذوا المسلمين،ولا تعيروهم ،ولا تتبعوا عوراتهم؛فإنه من تتبع عورة أخيه المسلم،يتتبع الله عوراته،يفضحه ولو في جوف رحله

Wahai sekalian orang yang telah berislam dengan lisannya namun belum masuk keimanan ke dalam hatinya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, jangan mencelanya, dan jangan mencari-cari aib mereka, karena sesungguhnya barangsiapa yang berupaya mencari aib saudaranya sesama muslim, niscaya Allah akan mencari aibnya, dan barangsiapa yang Allah cari aibnya maka pasti Allah akan membongkarnya walaupun dia berada di dalam rumahnya. (HR. At-Tirmidzi 2023. Asy-Syaikh Al-Albani berkata dalam Shahih At-Tirmidzi pada hadits no. 2023 : “hasan shahih”, dan beliau juga menshahihkan hadits ini dalam Shahihul Jami hadits no. 7985).

Di antara perkara yang juga hendaknya diperhatikan dalam permasalahan ini adalah meyakinkan benar atau tidaknya nomor telepon sebelum menghubungi nomor tersebut, sehingga tidak sampai mengganggu orang yang dihubungi tadi (karena salah sambung). Kemudian (jika sampai terjadi salah sambung) hendaknya engkau terangkan padanya bahwa engkau tidak bermaksud berbicara dengannya.

Di antara perkara yang hendaknya diperhatikan juga (dalam rangka menghindari gangguan terhadap sesama muslim) adalah jangan memakai HP orang lain tanpa seizinnya. Bisa jadi di dalam HP milik orang lain tersebut ada sesuatu yang sifatnya rahasia dan hanya khusus diketahui pemiliknya, yang dia tidak senang kalau sesuatu tersebut diketahui oleh orang lain. (Kalau hal itu dilakukan), maka penglihatanmu akan tertuju pada sesuatu yang terdapat pada HP orang lain tadi yang itu akan bisa mengganggu, membuat marah, dan membuat cemas dia. Maka berhati-hatilah dari perbuatan semacam ini.

Bimbingan Kedua Belas

Menghormati Hak-Hak Masjid

Sesungguhnya di antara kesalahan yang harus diperhatikan dan diperbaiki adalah membiarkan (mengaktifkan) volume HP, yang bisa menyebabkan terganggunya orang-orang yang shalat dan orang-orang yang berada di masjid karena suara HP tersebut. (Bahkan yang lebih parah) terkadang suara tersebut berupa suara musik atau potongan lagu dari penyanyi laki-laki maupun perempuan. Maka (barangsiapa yang berbuat seperti itu), di mana upaya dia dalam mengormati dan memuliakan masjid?! Dan di mana pula upaya dia dalam mengagungkan nilai ibadah shalat?!

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (Al-Hajj: 32)

Dan Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ

Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa mengagungkan segala sesuatu yang terhormat di sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Rabbnya. (Al Hajj: 30)

Bimbingan Ketiga Belas

Jangan Engkau Menjadi Penyebab Terjadinya Kecelakaan di Jalan

Banyak pengemudi mobil yang menggunakan HP dalam keadaan dia sedang mengemudi, dan bahkan terkadang dia dengan asyiknya mengobrol dengan lawan bicaranya di telepon tanpa mewaspadai apa yang akan terjadi padanya di tengah jalan sehingga terjadilah kecelakaan. Maka seyogyanya untuk menonaktifkan HP ketika mengemudi atau  dia minta tolong orang lain untuk menerima/menjawab telepon yang masuk padanya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan. (Al Baqarah: 195)

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman :

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (An Nisa’: 29)

Bimbingan Keempatbelas

Awas! Bahaya HP bagi Para Wanita

Para wanita itu adalah orang-orang yang kurang akal dan kurang agamanya. Oleh karena itulah disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata :

خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم في أضحى أو فطر إلى المصلى، فمر على نساء فقال : يا معشر النساء تصدقن فإني أريتكن أكثر أهل النار. فقلن :وبم يارسول الله؟! قال : تكثرين اللعن وتكفرن العشير، ما رأيت من ناقصات عقل ودين أذهب للب الرجل الحازم من إحداكن! قلن ومانقصان ديننا وعقلنا يارسول الله؟ قال : أليس شهادة المرأة مثل نصف شهادة الرجل؟ قلن :بلى. قال : فذلك من نقصان عقلها.أليس إذا حاضت لم تصل ولم تصم ؟ قلن : بلى. قال : فذلك من نقصان دينها

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari ‘Idul Adha atau ‘Idul Fithri manuju mushalla, kemudian beliau melewati sekumpulan wanita, maka beliau pun bersabda : Wahai sekalian wanita, bershadaqahlah kalian, karena sungguhnya aku melihat kalian adalah penghuni an- nar (nereka)  yang paling banyak.”

Mereka (para wanita tadi) bertanya: “Mengapa bisa demikian wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda : Kalian banyak melakukan caci maki dan membangkang pada suami. Dan aku tidak pernah melihat (manusia) yang kurang akal dan agamanya namun mempermainkan akal kaum pria yang bijak dari pada kalian.

Mereka (para wanita) berkata : ‘Apa yang dimaksud dengan kurangnya agama dan akal pada kami wahai Rasulullah?’

Beliau bersabda: Bukankah persaksian seorang wanita itu sama dengan setengah persaksian seorang laki-laki?

Kami mengatakan : ‘Ya, benar.’

Beliau bersabda: Itulah di antara bentuk kurang akalnya. Dan bukankah seorang wanita jika haid, dia tidak shalat dan tidak berpuasa?

Mereka menjawab: ‘Ya, benar.’

Beliau bersabda: Itulah di antara bentuk kurang agamanya.

(HR. Al-Bukhari 298, Muslim 80)

Bahaya alat (HP) ini bagi para wanita sangatlah besar, terutama pada sesuatu yang bisa menimbulkan fitnah dan tipu daya. Dan juga pada perkara yang terkadang mengejutkan berupa kalimat-kalimat manis, yang tampak dari luar itu seolah-olah merupakan rahmah (kasih sayang) namun pada hakekatnya itu adalah adzab. Sebagian wanita terkadang tidak mampu bersikap dengan tepat ketika menghadapi hal-hal yang demikian, bahkan terkadang terpengaruh olehnya. Ini terutama menimpa sebagian pemudi yang sudah mencapai masa pubertas, yang mereka itu tidak bisa melihat perkara yang bermanfaat/positif bagi diri mereka sendiri tanpa adanya perhatian dan pengawasan dari orang-orang yang mengurusi (wali-wali) mereka, yaitu anak-anak yang tidak membentengi dirinya dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah.

Memberikan kesempatan kepada seorang wanita untuk memegang HP, sehingga HP tersebut terus bersama dia, baik di kamarnya, di jalan, pasar dalam keadaan tanpa adanya pengawasan dan perhatian dari walinya dari kalangan orang-orang yang bertaqwa, sehingga mereka bebas menelepon dan berbicara dengan siapa saja sekehendaknya, berkawan dengan siapa saja baik laki-laki maupun perempuan, janjian dengan mereka, — kecuali wanita yang memang Allah beri rahmat kepada mereka — , maka ini wahai ummat Islam adalah peringatan penting.

Sungguh wanita itu sangat lemah, dia sangat mudah larut dan rusak di tengah-tengah fitnah ini, dan syaithan mempermainkan mereka semaunya.

Seruan Penting Kepada Setiap Wanita ‘Afifah (yang menjaga kehormatannya)

Kegembiraan apa yang lebih besar daripada ketika Allah memberikan hidayah kepada engkau? Sungguh engkau mendapat kemuliaan setelah merasakan kehinaan, ketinggian setelah kerendahan, bagaimana keadaan wanita dahulu sebelum masa Islam dan bagaimana keadaannya setelah Islam! Allah memuliakan wanita, baik ibu, saudara perempuan, anak perempuan, istri, dan kerabat yang barangsiapa menyambung tali kekerabatan (silaturrahim), maka Allah akan menyambungnya, dan barangsiapa yang memutusnya, maka Allah akan memutusnya.

Maka apakah yang diinginkan oleh para penyeru kebebasan (emansipasi) wanita?! Apakah (dengan syariat Islam) ini wanita menjadi terkekang di bawah agama Islam?! Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

Kita perhatikan, fenomena yang tampak pada umat ini berupa kerusakan dan telanjangnya sebagian wanita, serta tampilnya sebagian mereka di layar HP dengan berbagai perhiasannya dalam keadaan menari, dan sebagian mereka tampil dalam kondisi telanjang yang sangat memalukan, tidak pernah dijumpai yang seperti ini di negeri-negeri kaum muslimin. Bahkan hal yang seperti ini berasal dari negeri-negeri kafir. Kita memohon kepada Allah keselamatan.

Dan termasuk yang serupa dengan perkara tersebut adalah munculnya sebagaian wanita sebagai bintang iklan, maka di manakah rasa takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala?!

Tidakkah kamu ingat -wahai hamba Allah- hari kematian engkau, di saat pergi meninggalkan dunia ini untuik menuju akhirat?! Tidakkah kamu ingat ketika menghadap Allah Ta’ala besok dan Dia menanyai engkau tentang apa yang kamu lakukan tersebut?! Bagaimana jawabanmu pada hari itu?!

Bimbingan Kelimabelas

Tidak Memberi Kesempatan Kepada Anak Kecil dan Anak yang Memasuki Usia Puber untuk memegang HP

Demikain juga termasuk perkara yang penting adalah tidak memberi kesempatan kepada anak kecil untuk memegang HP, karena sesuatu yang dipegang anak kecil itu sering hilang, kecurian, ataupun yang lainnya, dan mereka tidak mengerti bahaya yang ada pada HP. Demikian pula keadaan anak yang sedang memasuki masa puber. Kecuali disertai adanya perhatian dan peringatan yang keras dari perkara yang bisa menyeret dia untuk terjatuh ke dalam bahaya yang besar karena alat (HP) ini.

Anak-anak itu berada dalam tanggung jawab ayah dan ibu mereka sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim: 6)

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كلكم راع ومسئول عن رعيته فالإمام راع وهو مسئول عن رعيته والرجل في أهله راع وهو مسئول عن رعيته ،والمرأة في بيت زاوجها راعية ،وهي مسئولة عن رعيتها،والخادم في المال سيده راع وهو مسئول عن رعيته

Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang suami itu pemimpin bagi keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya itu, seorang istri itu pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang pembantu itu pemimpin bagi harta tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. (HR. Al-Bukhari 2278, Muslim 1829)

(bersambung Insya Allah)

Sumber: http://www.assalafy.org/mahad/?p=377

Benarkah Syaikh Muqbil Mengajarkan & Pro Terorisme ?

October 17th, 2009

Penulis: Abu Amr Ahmad

Benarkah Syaikh Muqbil pro terorisme, dan juga mengajarkan paham sesat tersebut kepada murid-muridnya? Menjawab pertanyaan di atas, alangkah baiknya kita mendapat verifikasi langsung dari para alumnus yang pernah belajar di Pesantren Syaikh Muqbil. Untuk itu di sini kami ketengahkan jawaban dari Ustadz Luqman. Read the rest of this entry »

Syari’at Membimbing Anda dalam Menggunakan Jawwal/Handphone (III)

October 12th, 2009

Bimbingan Kesembilan

Jagalah Akhlakmu

Fasilitas ini bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap rusaknya kehidupan pribadi dan masyarakat, menganggap perkara yang hina merupakan perkara yang mulia, disebabkan jeleknya dalam menggunakan HP ini, dan kemampuannay mengarahkan kepada kerusakan.

Sungguh sangat disesalkan!! Berapa banyak rumah tangga berantakan, aib di dalam rumah terbongkar, dan kemudian mereka terjerumus ke dalam jerat setan, antara membunuh atau mencederai orang lain. Maka seorang muslim itu adalah orang yang Allah selamatkan dari finah ini.

Mereka terjatuh ke dalam keadaan demikan karena melakukan tiga perkara:

1. Mengirim sms yang mengandung cinta asmara dan kasih sayang

Sesungguhnya di antara perkara yang memprihatinkan sekali adalah apa yang engkau lihat dan engkau dengar dari perbuatan orang-orang fasik dari kalangan laki maupun perempuan, yang mereka saling mengirim sms tidak senonoh yang pada ujungnya akan membawa pelakunya kepada perbuatan zina, liwath (homoseks), dan akhlak yang buruk.

Bagaimana engkau melihat wahai saudaraku, apakah HP bagi orang yang demikian keadaannya menjadi sesuatu yang membangun ataukah justru menjadi sesuatu yang merusak?!

2. Percakapan yang dipenuhi canda dan tawa

Terkadang perkara ini bahayanya lebih besar dari yang disebutkan tadi. Karena sifat HP yang tersembunyi, maka setiap orang akan berbicara dengan orang lain dengan pembicaraan yang tidak ada seorang pun yang mengawasi kecuali Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

3. Tukar-menukar gambar yang haram

Sudah terlalu banyak, sesuatu yang menimpa pada hati berupa kerusakan dan pengrusakan. Betapa celakanya mereka yang mempromosikan dan menyebarkan perbuatan ini kalau tidak mendapatkan rahmat dari Allah dan kalau meninggal dalam keadaan belum bertaubat.

Berapa banyak hati-hati yang mereka rusak, fitrah yang mereka simpangkan, rumah tangga yang mereka berantakkan, yang pada akhirnya meeka akan menanggung dosa sesuai dengan tingkat kerusakan yang mereka perbuat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. (An-Nahl: 25)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui. (An-Nur: 19)

Pedoman Kesepuluh

Jagalah Aqidahmu

Disebabkan mudahnya berhubungan dengan orang lain baik luar maupun dalam negeri terkhusus jika dilakukan dengan sarana internet, maka menjadi mudahlah untuk mengetahui informasi dan keadaan mereka, termasuk aqidah kufur maupun bid’ah, yang kemudian hal itu bisa berpengaruh terutama kepada orang yang hatinya berpenyakit dan yang tidak memiliki benteng berupa dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah untuk membentengi dirinya.

Oleh karena itu, wajib untuk berhati-hati dari bahaya fasilitas ini, terkhusus dalam masalah ini (aqidah), karena ini adalah masalah besar. Bukanlah perkara yang ringan jika hati seseorang terasuki syubhat Yahudi, Nashrani, Majusi, Komunisme, Kapitalisme, Sekulerisme, Sufiyah, Rafidhiyah, dan Hizbiyyah. Kita memohon kepada Allah keselamatan.

Sumber: http://www.assalafy.org/mahad/?p=375

Syari’at Membimbing Anda dalam Menggunakan Jawwal/Handphone (II)

October 7th, 2009

Bimbingan Keempat

Menjaga Lisan

Bahaya lisan itu sangatlah besar, kejelekannya tidaklah kecil jika engkau tidak bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan lisan ini. Bersemangatlah engkau ketika berbicara untuk tidak mengucapkan kecuali kebaikan, tidaklah bertutur kata kecuali pada perkara-perkara yang positif. Allah Subhanahu wa Ta’ala berrfirman

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir. (Qaaf: 18)

Perkataan-perkataan yang engkau ucapkan itu akan dihitung dan terekam, maka berhati-hatilah engkau dari ketergelinciran ke dalam perbuatan ghibah terhadap seorang muslim, berdusta atas nama dia, ataupun berbuat namimah (adu domba). Berhati-hatilah dari mencela, mencaci, serta ucapan yang mengandung kefasikan dan dosa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت ،ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم جاره ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam, dan barangsiapa yang beriman kepada hAllah dan hari akhir, maka hendaknya dia memuliakan tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia memuliakan tamunya. (HR. Al-Bukhari XI/265, Muslim 47)

Bimbingan Kelima

Hemat (tidak menghamburkan) Harta (Pulsa)

Sebagian orang menyangka bahwa harta yang dimiliki adalah mutlak miliknya sehingga dia berhak untuk membelanjakan hartanya tersebut untuk keperluan apapun dan bagaimanapun sekehendak dia. Ini adalah persangkaan yang salah, karena harta itu pada hakikatnya merupakan milik Allah, dan engkau adalah yang bertanggung jawab dan diberi amanah atas harta tersebut dan kelak akan diperhitungkan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Membelanjakan harta di luar perkara yang syar’i (menyelisihi syari’at) itu tidak diperbolehkan, maka ketika seorang muslim bermudah-mudahan membeli pulsa  dan untuk ngobrol ini itu yang tidak bermanfaat, maka ini adalah termasuk sikap berlebihan (pemborosan), adapun jika menggunakannya untuk perkara yang bermudharat, maka ini termasuk bentuk perbuatan tabdzir yang Allah larang dalam Al-Qur’an. Allah berfirman

وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا * إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (Al Isra’: 26-27)

Disebutkan dalam Shahih Al -Bukhari dari shahabiyah Khaulah Al-Anshariyyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إن رجالًا يتخوضون في مال الله بغير حق،فلهم النار يوم القيامة.

Sesungguhnya orang-orang yang menghambur-hamburkan harta Allah dengan cara yang tidak haq, maka bagi mereka An-Nar (neraka)  pada hari Kiamat. (HR. Al-Bukhari 2950)

Sumber: http://www.assalafy.org/mahad/?p=373

Haji dan ‘Umrah serta Kewajiban Menyegerakannya

October 7th, 2009

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah

Ketahuilah, wahai saudaraku semoga Allah melimpahkan taufiqnya kepadaku dan kepada Anda untuk mengenali kebenaran dan mengikutinya, bahwasanya Allah mewajibkan atas para hamba-NYa untuk menunaikan haji ke Baitullah dan Allah menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam. Allah Ta’ala berfirman : Read the rest of this entry »