Artikel Seputar Dzulhijjah dan ‘Idul Adha

November 17th, 2009

Bismillahirrohmanirrohiim

Bulan Dzulhijjah sudah dekat, bulan yang sangat mulia dan sangat dianjurkan di dalamnya untuk dihiasi dengan amalan-amalan sholeh. Amalan-amalan sholeh tersebut akan bermanfaat jika dikerjakan dengan ikhlash dan sesuai dengan bimbingan Rosulullah -shallallahu’alayhi wa sallam- Read the rest of this entry »

Artikel Haji

November 8th, 2009

HADIAH UNTUK PARA JAMA’AH HAJI

Meraih Haji Mabrur merupakan dambaan setiap jama’ah haji. Maka keikhlasan niat dan ketepatan tata cara pelaksanaan manasik

merupakan syarat utama yang harus diperhatikan untuk bisa meraihnya. Sehingga bekal ilmu bagi setiap calon jama’ah haji merupakan suatu yang niscaya.

Demi memberikan nasehat dan bimbingan kepada para calon jama’ah, kami sajikan di sini tulisan-tulisan para ustadz Ahlus Sunnah yang mengupas tentang haji dengan segala perniknya. Yaitu kami cuplikkan dari Majalah Asy-Syari’ah vol. III/No.27/1427 H/2006. Read the rest of this entry »

Belajar Bahasa Arab

November 3rd, 2009
belajar bahasa arab di wisma al-ilmu jember

bahasa arab di wisma al-ilmu jember

Bismillahirrohmanirrohiim

Denagn idzin Allah, Alhamdulillah halaqoh bahasa arab yang sempat libur beberapa bulan kini telah aktif kembali, bagi antum yang ingin belajar bahasa arab dipersilahkan hadir (tidak ada syarat apa-apa).

Waktu: tiap Ahad malam / malam senin
Jam : Ba’da Isya’ – Selesai
Tempat: Wisma Al-Ilmu Jl. Kalimantan 1 N0. 9 Jember (timur gumuk)
Pengajar : Al-Ustadz Rifqi Read the rest of this entry »

Syari’at Membimbing Anda dalam Menggunakan Jawwal/Handphone (VI)

November 2nd, 2009

Bimbingan Keduapuluh Satu

Kepada Siapa Anda Memberikan Nomor Telepon Anda?

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya. (Al-Maidah: 2)

Wajib atas seorang muslim untuk memilih teman-teman yang baik, yang bisa menjadi pembantu/penolongnya dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Teman dan saudara yang seperti itulah yang anda bisa memberikan nomor anda kepadanya. Karena tidaklah anda akan mendapati pada mereka kecuali kebaikan dan kesediaannya untuk membantu anda dalam meraih keridhaan Allah ‘azza wa jalla, dan tentunya mereka pun juga memiliki adab-adab syar’i yang senantiasa mereka jaga ketika menelepon dan berbicara dengan anda.

Di samping itu, orang-orang yang bukan orang shalih dan bertaqwa mereka tidak ada upaya untuk menjaga adab-adab seperti ini. Sehingga terkadang dia menelepon anda ketika waktu shalat misalnya, atau menelepon anda di penghujung malam dalam rangka sekedar bercanda, atau bahkan bisa jadi akan mengirim kepada anda gambar-gambar yang tidak senonoh dan yang lainnya dari berbagai bentuk dan warna kejelekan. Maka bersikap waspada dari mereka itu (orang yang tidak shalih dan tidak bertaqwa) akan lebih selamat.

Bimbingan Keduapuluh Dua

Jangan Mengangkat Suara Melebihi Kebutuhan

Di antara wasiat Luqman Al-Hakim adalah sebagaimana yang dikisahkan oleh Allah ‘azza wa jalla dalam surat Luqman, tatkala dia berkata kepada anaknya

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنكَرَ الأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Luqman: 19)

Al-Imam Ibnu Katsir berkata dalam Tafsir-nya III/44:

“Firman Allah ‘azza wa jalla : ‘dan lunakkanlah suaramu’, maknanya adalah jangan berlebihan dalam berbicara dan jangan mengangkat suaramu dengan perkataan yang tidak ada faidahnya, oleh karena itulah Allah berfirman: ‘Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.’ Al-Imam Mujahid dan yang lainnya mengatakan : ‘Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai, yakni yang paling buruk dari mengangkat suara adalah yang kerasnya menyerupai suara keledai, di samping itu merupakan sesuatu yang dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala . Penyerupaan yang seperti ini mengandung pengharaman dan celaan yang sangat keras terhadapnya, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيسَ لنَا مَثَلُ السَّوءِ العَائِد فيِ هِبَتِهِ كَالكَلبِ:يَقِيءُ،ثم يَعُود ُقَيِئِه

Tidak ada bagi kami permisalan yang jelek. Permisalan seorang yang meminta kembali suatu pemberian yang diberikannya kepada orang lain itu seperti anjing yang muntah kemudian menjilat kembali muntahannya tadi. (HR. Al-Bukhari, Ahmad, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ath-Thahawi, Al-Baihaqi, dari shahabat Ibnu Abbas, dan dari shahabat Abu Bakr, sebagaimana dalam Shahihul Jami’ no. 5426. Dan lafazh yang seperti ini adalah lafazh An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/124)

Maka dari sini jelaslah bahwa seorang muslim itu tidaklah mengangkat suaranya melebihi kebutuhan atau berbicara yang tidak ada faidahnya.

Bimbingan Keduapuluh Tiga

Jangan Sekali-kali menutup HP ketika Lawan Bicara Sedang Berbicara, kecuali jika ada Maslahat yang lebih besar

Seorang muslim itu hendaknya berhias dengan akhlak yang mulia dan sifat yang agung sebagaimana yang telah dianjurkan dalam syari’at agama kita yang lurus. Allah Ta’ala berfirman:

{ وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ }

Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar di atas akhlaq yang agung. (Al-Qalam: 4)

Disebutkan pula dalam sebuah hadits:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أَحسن النَّاس خُلُقًا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. (HR. Al-Bukhari 5850, Muslim 2150 dari shahabat Anas radhiyallahu ‘anhu)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling bisa bersikap baik terhadap keluarganya. (HR. At-Tirmidzi 1162, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, At-Tirmidzi berkata: “Ini adalah hadits hasan shahih.” Asy-Syaikh Al-Albani berkata dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1162 : “Ini adalah hadits hasan shahih”. Beliau juga berkata dalam Shahih Al-Jami’ : 1232 : “Ini adalah hadits shahih”. Hadits ini disebutkan juga di dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 284)

Menutup HP dengan cara seperti ini (yakni ketika lawan bicara sedang berbicara) akan menghilangkan cerminan adab islami dan sifat yang mulia.

Bimbingan Keduapuluh Empat

Jaga Kesehatan

Di antara perkara yang wajib untuk diperhatikan adalah menjaga kesehatan, karena ini merupakan salah satu nikmat di antara nikmat-nikmat Allah yang besar dan wajib untuk dipergunakan dalam meraih keridhaan-Nya. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نعمتان مغبون فيها كثير من الناس :الصحة والفراغ

Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia melalaikannya: (1) kesehatan, dan (2) waktu luang. (HR. Al Bukhari 7049)

Oleh karena itulah kebiasaan menggunakan HP dan lama dalam berbicara – dan yang lebih parah dari itu adalah gelombang sinyal yang kuat – terkadang bisa memberikan pengaruh yang berbahaya terhadap manusia -wallahu a’lam-. Maka berhati-hatilah darinya demi menjaga keselamatan (kesehatan), dan (nilai) keselamatan itu tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengannya.

Dan sekarang silakan anda perhatikan nukilan sebagian tulisan dalam pembahasan ini berupa bahaya (efek negatif) dari penggunaan HP berikut

Bahaya (efek negatif) HP terhadap Kesehatan

Riset ilmiah yang dilakukan dengan sangat teliti oleh seorang peneliti Saudi yaitu Dr. Sari’ bin Hamd Ad Dausri – seorang ahli di bidang THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), dan dia adalah kepala lembaga Al-Jum’iyyah As-Su’udiyyah urusan THT, kepala, dan leher – telah mengungkap tentang hilangnya indera pendengaran salah seorang pekerja Saudi sebagai akibat dari penggunaan HP dengan frekuensi yang sangat tinggi.

Dr. Ad-Dausri menyimpulkan hasil penelitiannya tersebut ketika memeriksa pasien mobile klinik di RS Universitas King Abdul Aziz, Saudi. Pasien tersebut adalah seorang pekerja berusia empat puluh tahun. Ia mengeluhkan pendengaran pada telinga kanannya berkurang selama tiga bulan, di samping rasa hangat dan rasa sakit di telinga. Dia mengatakan bahwa gejala ini terjadi ketika beberapa menit menggunakan ponsel menit dan baru hilang satu jam setelah menggunakan ponsel.

Dr. Sari’ menambahkan, bahwa pasien tersebut menggunakan ponsel lebih dari 90 menit dalam sehari dan tepat pada telinga kanannya. Hal itu berlangsung selama lebih dari dua tahun.

Kemudian dia rutin berkunjung ke klinik setiap tiga bulan. Setelah dilakukan pemeriksaan medis secara seksama, terlihat bahwa pendengaran berkurang sekitar 25 desibel pada telinga kanan. Berkurangnya pendengaran tersebut semakin besar dengan bertambahnya waktu penggunaan ponsel. Kemudian si pasien diminta menggunakan ponsel di telinga kirinya. Setelah 6 bulan pendengaran di telinga kanan mulia membaik. Telinga kanan semakin membaik ketika pengunaan ponsel dihentikan. Namun ketika diulang kembali menggunakan ponsel pada telinga kanan tersebut, pendengaran kembali berkurang. Maka pasien disarankan untuk menggunakan telepon biasa dan mengurangi penggunaan ponsel, dan mengurangi penggunaan speakerphone, di mana pasien mengurangi penggunaan ponsel sampai 15 menit sehari. Dengan demikian sembulah penderitaannya, namun si pasien tetap mengalami sedikit penguraan pendengaran selamanya. Dr Ad-Dausari mengungkapkan hal itu dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia berjudul “efek ponsel terhadap kesehatan dan perlunya penelitian lebih lanjut” bahwa semakin meningkat penggunaan telepon selular berarti semakin menambah efek biologis dan efek kesehatan. Akibat pajanan terhadap elektro-magnetik mobile gelombang perangkat, atau menara transmisi booster. Di mana penelitian yang dipublikasikan menunjukkan adanya efek kerusakan kesehatan, seperti: kelelahan, sakit kepala, pusing, dan gangguan tidur. ….

* * *

Mengambil Manfaat dari HP

1. Menyambung hubungan dengan keluarga dan kerabat anda (silaturahim).

2. Menelepon para ‘ulama dan bertanya kepada mereka tentang beberapa masalah yang terjadi.

3. Membantu memenuhi kebutuhan anda baik dalam perkara agama maupun dunia.

4. Merekam suara bacaan Al-Qur’an, tulisan, dan muhadharah.

5. Mengambil manfaat dari situs-situs internet yang bermanfaat.

6. Turut serta dalam kegiatan yang ilmiah di internet.

7. Membangunkan orang tidur (misalnya dengan mengaktifkan jam alarm).

8. Sebagai pengingat jadwal kegiatan anda baik umum maupun khusus, dan termasuk juga adalah sebagai peringatan telah masuknya waktu shalat.

9. Mengetahui keadaan (kabar) seorang alim.

10. Dakwah di jalan Allah.

11. Mengambil gambar (foto) pemandangan alam yang tidak ada gambar makhluk bernyawa yang dengannya akan membantu anda dalam mengingat Allah sehingga akan bertambahlah keimanan anda kepada Allah ta’ala sebagai Dzat yang Maha menciptakan, Rabb, pemberi rizqi, dan yang mengatur alam semesta ini dan Dia adalah Ilah yang satu (satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi) tidak ada sekutu bagi-Nya.

Sungguh indah apa yang diungkapkan oleh seseorang

وفي كل شيء له آية …تدل على أنه واحد

Dan segala sesuatu di alam ini merupakan ayat (tanda) bagi-Nya

Yang menunjukkan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Esa.

12. Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Catatan penting

Beberapa bimbingan dalam menggunakan HP yang telah disebutkan di atas, juga bisa dijadikan bimbingan dalam menggunakan komputer dan internet jika didapati pada keduanya beberapa kondisi yang sama dengan yang di HP.

والحمد لله رب العالمين .

وصلى الله وسلم على نبينا محمد ،وعلى آله وصحبه أجمعين
Sumber: http://www.assalafy.org/mahad/?p=386

Syari’at Membimbing Anda dalam Menggunakan Jawwal/Handphone (V)

October 23rd, 2009

Bimbingan Keenambelas

Jangan Berbuat At-Tajassus (Mencari-cari Kesalahan/Kelemahan/Kekurangan Orang Lain)

Di antara penggunaan alat ini (HP) dalam perkara yang menyelisihi syari’at adalah apa yang dilakukan oleh sebagian orang ketika memanfaatkan alat ini untuk berbuat at tajassus (upaya mencari kesalahan, kelemahan, dan kekurangan orang lain) demi kepentingan pihak tertentu.

Terkadang sebagian orang tadi merekam suatu pembicaraan yang dia dengar dari HP (menyadap) bukan untuk mencari faidah tetapi untuk tujuan mencuri berita dan mencari kesalahan, kelemahan, dan kekurangan pihak lain. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ.

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah berbuat tajassus (mencari-cari keburukan/kejelekan/kesalahan) orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Hujurat: 12)

Bimbingan Ketujuhbelas

Berhati-hati dari Beberapa Penyakit Hati: Merasa Dirinya Lebih, ‘Ujub, Bangga Diri, Tertipu, Sombong, Riya’, dan Sum’ah

Penyakit-penyakit tersebut adalah termasuk di antara penyakit berbahaya yang menimpa para pemegang (pengguna) HP, di mana terkadang seorang yang memegang (memiliki) HP itu pada dasarnya tidak ada kepentingan (kebutuhan) dengan HP nya, sehingga tidaklah yang mendorong dia untuk membeli dan menggunakan HP itu kecuali karena didasari sikap bangga diri, ujub, dan merasa dirinya lebih daripada yang lain, dan seterusnya.

Terutama apa yang dilakukan oleh  orang-orang “yang selalu mengikuti perkembangan zaman”, tidaklah terlihat olehnya HP model baru di pasar (toko) kecuali dia akan bersegera untuk membelinya dengan harga yang tinggi, padahal HP-nya yang lama masih dimilikinya. Bahkan terkadang HP yang baru tadi tidak ada perbedaannya dengan HP yang lama kecuali hanya bentuk (model)nya saja atau beberapa fasilitas saja.

Dan yang wajib atas seorang muslim untuk bersikap tawadhu’ dan rendah hati terhadap saudara-saudaranya sesama mu’minin. Allah Ta’ala berfirman

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan rendahkanlah dirimu (wahai Muhammad) terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu orang-orang yang beriman. (Asy-Syu’ara’: 215)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِـينَ

Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (Al Hijr: 88)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ

Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Nabi Musa, Maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya (Qarun): “Janganlah kamu  terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”. (Al-Qashash: 76)

Dan dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

ما نقصت صدقة من مالٍ، وما زاد الله عبد بعفو إلا عزا، وما تواضع أحدهم لله إلا رفعه الله

Tidaklah shadqah itu akan mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba karena sifat pemaaf yang ada padanya kecuali tambahan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ karena Allah kecuali pasti Allah akan angkat derajat dia. (HR. Muslim 2588)

Termasuk bentuk sikap tawadhu’ adalah berbicara yang baik dengan orang yang dia telepon dengan pembicaraan yang lembut, penggunaan kata-kata yang mudah, memilih kalimat yang baik, menjauhi perkataan yang kaku dan kasar, terutama ketika bericara dengan orang yang berilmu dan memiliki keutamaan, maka tentunya mereka berhak untuk mendapatkan penghormatan dan pemuliaan yang lebih.

Bimbingan Kedelapanbelas

Jangan Merusak Rumah Tangga Orang atau Membuat Fitnah yang Akibatnya Tidak Terpuji

Sebagian pengguna HP yang ada padanya fasilitas kamera telah sampai pada perbuatan yang melampaui batas, yaitu mengambil gambar (memotret) pemudi muslimah ketika mereka tengah lalai (tidak tahu atau tidak menyadari). Para muslimah yang berpakaian dengan seenaknya dan tidak sesuai dengan pakaian yang syar’i, serta dalam keadaan tersingkap wajah-wajah mereka, diambil gambar (foto)nya ketika mereka pergi dan pulang dari sekolah.

Demikian juga mengambil gambar (foto) wanita yang sedang pergi ke pasar untuk tujuan tertentu atau ketika keluarnya mereka (para wanita) -dan ini jarang- ke atas balkon (loteng) untuk menjemur pakaian.

Dan yang lebih parah dari itu adalah sebagian wanita fasiq terkadang diambil gambarnya (difoto) dalam keadaan mereka sedang memakai perhiasan yang sangat belebihan ataupun ketika sedang berdansa di pesta-pesta perkawinan yang diselenggarakan di tempat tertentu. Kemudian setelah itu mereka menyebarluaskan gambar-gambar tadi melalui HP. Akibatnya seorang suami bisa melihat apa yang terjadi pada istrinya, seorang bapak bisa melihat apa yang terjadi pada anak perempuannya, seorang laki-laki bisa melihat apa yang terjadi pada saudara perempuannya, dan seseorang bisa melihat apa yang terjadi pada kerabatnya atas kejelekan yang terjadi di HP-HP tersebut, dan pada akhirnya terjadilah fitnah dan musibah yang akibatnya tidak terpuji, seperti perceraian, penganiayaan, pengusiran, dan terkadang juga pembunuhan.

Bimbingan KesembilanBelas

Hendaknya bagi Wanita Bersikap Malu dan Berupaya untuk Menutup Auratnya

Jika memang diperlukan untuk membawa HP keluar rumah, kemudian ada yang menelepon anda dalam keadaan anda masih berada di luar rumah, atau di jalan misalnya, maka wajib bagi anda untuk bersikap malu dan berupaya menutup aurat, juga rendahkan suara anda, dan ucapkanlah perkataan yang baik.

Waspadalah dari apa yang diperbuat oleh kebanyakan wanita berupa sikap bermegah-megahan dan kurangnya rasa malu di hadapan orang lain (yang bukan mahramnya), di jalan, di pasar, berbicara dengan mengeraskan dan memperindah suaranya, bahkan terkadang menyingkap lengannya ketika sedang menelepon tanpa memperhatikan akan terlihatnya perhiasan yang ada pada dirinya dan sebagian anggota tubuhnya. Yang wajib bagi si wanita tadi ketika menggunakan telepon (HP) adalah meletakkannya di dalam kerudungnya, atau menggunakannya (berbicara, mengirim sms, dan yang lainnya) dengan orang yang dia kenal saja dari kalangan mahramnya atau wanita-wanita yang shalihah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا * وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Wahai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kalian bertakwa. Maka janganlah kalian melembuatkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan (jelek)lah orang yang ada penyakit dalam hatinya, namun ucapkanlah perkataan yang baik. Dan hendaklah kalian tetap tinggal di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu. (Al-Ahzab: 32-33)

Bimbingan Keduapuluh

Jangan Mengikuti Kuis dengan Segala Bentuknya

Di antara penggunaan HP yang menyelisihi nilai syar’i adalah ikut serta dalam apa yang dinamakan dengan ‘Kuis berhadiah dalam HP’. Gambaran pelaksanaannya adalah operator memberikan informasi kepada anda tarif peneleponan tertentu (untuk kemudian anda diminta menghubungi operator tersebut) atau anda diminta mengirim sms dengan tarif per-sms sekian dan sekian, kemudian ketika anda tepat dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh operator tadi, berarti anda telah terjun ke dalam persaingan di antara ribuan penelepon lain dari berbagai tempat. Uang yang mereka (operator) dapatkan itu adalah hasil dari banyaknya penelepon yang jumlahnya mencapai  berlipat-lipat.

Ini adalah bentuk penipuan dan memakan harta manusia dengan cara yang batil, dan juga termasuk ke dalam hukum perjudian. Wal ‘iyadzubillah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ * إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat; Maka berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al Maidah: 90-91)

Al- Maisir adalah perjudian.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman :

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebahagian yang lain di antara kalian dengan jalan/cara yang bathil. (Al-Baqarah: 188)

(bersambung, Insya Allah)

Sumber: assalafy.org