Archive for the ‘Soal Jawab Islam’ Category

Hukum Onani

Sunday, February 28th, 2010

Apa hukum onani/masturbasi bagi pria dan wanita?

Dijawab oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah As Sarbini Al- Makassari
Permasalahan onani/masturbasi (istimna’) adalah permasalahan yang telah dibahas oleh para ulama. Onani adalah upaya mengeluarkan mani dengan menggunakan tangan atau yang lainnya. Hukum permasalahan ini ada rinciannya sebagai berikut:

1. Onani yang dilakukan dengan bantuan tangan/anggota tubuh lainnya dari istri atau budak wanita yang dimiliki. Jenis ini hukumnya halal, karena termasuk dalam keumuman bersenang-senang dengan istri atau budak wanita yang dihalalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.1 Demikian pula hukumnya bagi wanita dengan tangan suami atau tuannya (jika ia berstatus sebagai budak, red.). Karena tidak ada perbedaan hukum antara laki-laki dan perempuan hingga tegak dalil yang membedakannya. Wallahu a’lam.

2. Onani yang dilakukan dengan tangan sendiri atau semacamnya. Jenis ini hukumnya haram bagi pria maupun wanita, serta merupakan perbuatan hina yang bertentangan dengan kemuliaan dan keutamaan. Pendapat ini adalah madzhab jumhur (mayoritas ulama), Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu, dan pendapat terkuat dalam madzhab Al-Imam Ahmad rahimahullahu. Pendapat ini yang difatwakan oleh Al-Lajnah Ad-Da’imah (yang diketuai oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz), Al-Albani, Al-’Utsaimin, serta Muqbil Al-Wadi’i rahimahumullah. Dalilnya adalah keumuman firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluan-kemaluan mereka (dari hal-hal yang haram), kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak wanita yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Barangsiapa mencari kenikmatan selain itu, maka merekalah orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Mu’minun: 5-7, juga dalam surat Al-Ma’arij: 29-31)
(more…)

Doa Menyongsong Bulan Ramadhan

Wednesday, August 5th, 2009

Soal:
“Adakah doa-doa khusus dari Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang dibaca) ketika masuk bulan Ramadhan yang penuh berkah ? Doa apakah yang wajib di baca oleh seorang muslim pada malam pertama bulan ramadhan ? Berilah kami jawaban, semoga Allah memberkati anda”.

Jawab :
Saya tidak mengetahui adanya doa khusus yang dibaca ketika masuk bulan ramadhan. Yang ada hanyalah doa umum untuk seluruh bulan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika kita melihat hilal (bulan sabit tanggal satu), baik hilal ramadhan ataupun bulan-bulan yang lain, beliau berdoa : “Ya Allah, terbitkanlah (dan tampakkanlah) hilal kepada kami (diiringi) dengan keberkahan dan keimanan serta keselamatan dan keislaman, (jadikanlah dia) sebagai hilal kebaikan dan petunjuk, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Alloh.”
(HR. At-Tarmidzi (9/142), imam Ahmad (1/162), Ad-Darimi (2/7) dan lain-lain, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Wabilush Shayyib, hal. 220).

“Allah Maha Besar, Ya Allah, terbitkanlah (dan tampakkanlah) hilal itu kepada kami (diiringi) dengan keamanan dan keimanan serta keselamatan dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah”.
Doa ini dibaca ketika melihat hilal di bulan Ramadhan atau bulan-bulan lainnya. Adapun kekhususan membaca doa-doa tertentu ketika masuk bulan ramadhan, saya tidak mengetahui adanya yang seperti itu. Akan tetapi kalau seorang muslim berdoa kepada Allah agar membantunya menjalankan puasa di bulan itu dan menerima puasanya, maka tidaklah mengapa. Hanya saja, dia tidak boleh menentukan (doa-doa tertentu sebagai) doa-doa khusus (untuk bulan Ramadhan).
Wallahu a’lam.

Maroji’ :
Al-Muntaqo min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan (4 / 92).

Sumber : BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 20 / Sya’ban / 1425 H

Bagaimana Aqiqah yang Dilaksanakan Pada Waktu anak Sudah Besar

Monday, August 3rd, 2009

Pertanyaan:
Assalamualakum, hukum aqiqah sunnah mu’akkadah(sangat di tekankan) pada hari ke7 hari kelahiran (H.R. Tirmidzi dr Aisyah). Yang ingin saya tanyakan: gimana kalau aqiqah di laksanakan pada waktu anak sudah besar, apa hal ini termasuk bi’d ah, karena pada saat kelahirannya kami kekurangan biaya, terima kasih atas jawabannya. (dari jhoni.arw@xxx.com)
Jawaban:

(more…)

Kapan Waktu Mustajab Untuk Berdo'a dan Apa Saja yang Menghalangi Terkabulnya Do'a

Monday, August 3rd, 2009

pertanyaan 1:
kapan waktu yg paling mustajab untuk memohon/berdoa kepada Allah agar permintaan cepat terkabul? (

Pertanyaan 2:
apa saja yg dapat menghalangi tidak terkabulnya suatu doa?(Budi S. via email)
(more…)

Apakah Setiap Orang Mempunyai Taqdir Sendiri-Sendiri

Monday, August 3rd, 2009

pertanyaan:
apakah tiap orang mempunyai takdir sendiri-sendiri sesuai apa yang sudah Allah tuliskan?seperti yg tersirat dalam Al-Quran. tp saya lupa surat dan ayat brp.kira2 bgini bunyinya “segala sesuatu yg terjadi di dunia dan yg ada pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab lauhul mahfudz”.kurang lbh mgkn bgtu isinya.

jd pertanyaan saya, apakah takdir manusia itu akan berjalan sendiri sesuai kehendak Allah tanpa manusia itu sendiri berusaha?contoh: rusdi ingin memiliki jodoh yang baik,sholehah,dan cantik.akan tetapi dia hanya berdoa saja terus menerus tanpa henti,tanpa berusaha untuk mencarinya.apakah Allah akan mengabulkan permintaannya? (Budi S. via email)
(more…)